×

Masjid Salman ITB Sukses Gelar Tabligh Akbar Hadirkan Buya Yahya

BANDUNG–YPM Salman ITB melalui Wakaf Salman dan Bidang Dakwah Salman, sukses menggelar tabligh akbar dengan menghadirkan Buya Yahya, di Masjid Salman ITB, akhir pekan lalu. Acara tersebut, dihadiri ribuan jamaah yang terbagi dari berbagai Majelis Ta’lim, Jamaah Al-Bahjah, Jamaah Masjid Salman ITB, hingga masyarakat umum.

Buya Yahya, mengajak jamaah untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam. Yakni, dengan membebaskan diri dari hawa nafsu dan berbagai dorongan yang menjauhkan manusia dari Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan dalam Tabligh Akbar bertema “Merdeka dari Hawa Nafsu”.

“Merdeka dari hawa nafsu itu bahasan yang amat panjang. Namun kita bisa mulai dari hal paling sederhana yaitu pandai mengoreksi diri dan jangan merendahkan orang,” ujar Buya Yahya.

Buya Yahya menegaskan, amalan pertama yang bisa dilakukan setelah berhasil merdeka dari hawa nafsu adalah amalan yang wajib, dan kerap dilakukan sehari-hari. Yaitu, shalat lima waktu dan puasa Ramadhan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Suwarno, M.T. selaku Ketua Umum Yayasan Pembina Masjid Salman ITB menyampaikan dalam sambutannya untuk para mahasiswa, jamaah, serta masyarakat umum di Masjid Salman ITB. Agar, memanfaatkan kesempatan bertemu Buya Yahya ini menjadi ajang mencari ilmu.

“Mudah-mudahan setiap ilmu yang disampaikan mendapatkan barokah bagi setiap yang hadir di Masjid Salman ITB sore hari ini,” ujar Prof Suwarno.

Selain Tabligh Akbar oleh Buya Yahya, acara juga dimeriahkan oleh talkshow inspiratif mengenai pelaporan program kemanusiaan Palestina, yang dihadiri langsung oleh Syekh Belal. Salah satu, mahasiswa pacasarjana ITB yang berasal dari Gaza, Palestina.

Di lokasi sekitar masjid, ada pula instalasi program wakaf produktif berupa miniatur greenhouse anggur yang dihadirkan oleh Wakaf Salman sebagai pengenalan literasi wakaf kepada jamaah. Juga, tersedia bazaar makanan dan pakaian sebagai dukungan kepada para UMKM di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang.

Dengan demikian, menurut Buya Yahya, ‘Merdeka dari Hawa Nafsu’ bukan hanya menjadi tema sebuah majelis pada sore hari kemarin. Tetapi, menjadi ajakan untuk membebaskan diri dari dorongan yang menjauhkan dari Allah dan mengisinya dengan ilmu, amal, kepedulian, serta kebermanfaatan bagi sesama.

Post Comment