×

Wakaf Salman Dukung Kementerian Agama Sukseskan Gerakan Nasional Lebaran Yatim

BANDUNG–Wakaf Salman turut berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari agenda nasional Peaceful Muharram 1448 H yang mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Ummat” dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Acara puncak dipusatkan di Jakarta dan terhubung secara nasional dengan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama serta 514 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Melalui kolaborasi bersama berbagai lembaga, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), lembaga amil zakat, serta berbagai lembaga filantropi Islam lainnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.

Rangkaian kegiatan meliputi penyaluran santunan, bantuan perlengkapan sekolah, uang saku, serta penyelenggaraan Festival Pesan Inklusif bertema “Dari Jiwa Anak untuk Negeri”. Festival tersebut menghadirkan ruang yang inklusif bagi ribuan anak yatim dan sahabat penyandang disabilitas untuk merasakan kebahagiaan, kebersamaan, dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

Manager of Waqf Development Team Wakaf Salman, Ryan Faisal mengatakan, partisipasi dalam kegiatan ini sejalan dengan visi Wakaf Salman untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.

“Bagi Wakaf Salman, kegiatan ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas bukan hanya momentum berbagi santunan, tetapi juga ruang untuk membangun ekosistem yang lebih inklusif. “Karena, anak yatim dan penyandang disabilitas dipandang sebagai subjek yang memiliki potensi, karya, dan masa depan yang harus didukung bersama,” kata Ryan.

Ryan mengatakan, kegiatan ini juga mengintegrasikan semangat Bulan Wakaf Muharram dengan pemberdayaan sosial melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Agama, BAZNAS, LAZ, nazhir, hingga lembaga filantropi. “Wakaf Salman memandang sinergi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak wakaf sehingga tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Nasaruddin Umar, selaku Menteri Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa momentum Muharram harus menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap kelompok rentan. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama menghimpun dukungan dari berbagai lembaga filantropi, termasuk BAZNAS, BWI, LAZ, dan berbagai komponen masyarakat lainnya untuk menjadikan Muharram sebagai bulan berbagi dan berkasih sayang.

Nasaruddin mengatakan, semangat Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di sejumlah daerah perlu diperluas menjadi gerakan nasional agar semakin banyak anak yatim dan penyandang disabilitas yang terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup.

“Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim, dengan cara mencintai kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian kita. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita? Hari keagamaan seperti ini harus menjadi momentum untuk membantu mereka yang membutuhkan,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, kata dia, Wakaf Salman berharap manfaat yang diterima para penerima manfaat tidak hanya berupa kebahagiaan pada momentum Muharram. Tapi, bisa juga meningkatnya rasa percaya diri dan terbukanya akses terhadap program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa wakaf memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup kelompok rentan. Di sisi kelembagaan, kami juga berharap kolaborasi ini menjadi fondasi yang semakin kuat antara Wakaf Salman, Kementerian Agama, dan seluruh ekosistem filantropi Islam,” kata Ryan.

Wakaf Salman meyakini bahwa sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat akan memperluas jangkauan manfaat program sosial dan wakaf, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial yang berdampak luas bagi Indonesia.

Post Comment