Siswa SD dan SMP Sambut Antusias Festival Literasi 2026 yang Digelar Saintek Darul Hikam
BANDUNG–Pesantren Sains dan Teknologi (Saintek) Darul Hikam (DH), kembali menggelar Festival Literasi Saintek 2026 di Kampus Pesantren Saintek DH Dago Giri, Rabu (11/2/2026). Tema yang diangkat tahun ini adalah Membangun Literasi Islami Menuju Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia.
Menurut Direktur Majelis Pendidikan Darul Hikam, H Luqman Amin M.Pd, Festival Literasi ini digelar karena Darul Hikam ingin menciptakan budaya membaca dan belajar sepanjang hayat dari mulai tingkat SD dan SMP. “Kegiatan ini, Insya Allah kami lakukan setiap tahunnya di Pesantren Sains dan Teknologi Darul Hikam. Pesertanya mulai dari tingkat SD sampai SMP,” ujar Luqman.
Luqman menjelaskan, dengan menggelar Festival Literasi ini, pihaknya berharap bisa bersilaturrahim dengan semua sekolah Islam. Termasuk, anak-anak yang memiliki bakat yang kuat dalam pidato, essay dan olimpiade PAI. “Olimpiade PAI ini, masih sangat jarang sekali dilaksanakan atau dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah ataupun sekolah yang lain,” katanya.
Menurut Ketua Pelaksana Festival Literasi Saintek DH 2026, Dian Amalia S.Pd, pada Festival Saintek ini ada 4 bidang yang dilombakan. Yaitu, tahfiz, essay, pidato dan olimpide PAI. Keempat kegitaan ini digelar, tujuannya agar literasinya tumbuh dan dihubungkan dengan keislamannya. Selain itu, kegiatan ini bisa membuat anak-anak berani untuk tampil.
“Pesertanya ini dari SD sampai SMP. Ini lomba tingkat nasional karena pesertanya dari seluruh Indonesia, ada dari Medan dan Bukittinggi, dan Jatim. Tahun ini pun, peserta cukup antusias. Karena tahun lalu hanya 115 peserta tapi tahun ini 336 peserta,” katanya.
Sementara menurut Kepala Sekolah Pesantren Sains & Teknologi (Saintek) Darul Hikam Bandung, H Andi Rustandi SS, di acara Festival Literasi ini, pihaknya pun mengundang beberapa orang tua siswa, pembimbing, bahkan siswa sendiri untuk melihat pesantren DH. Jadi, mereka bisa melihat pesantren yang tak kumuh, pesantren yang dekat dengan teknologi dan memiliki beberapa keunggulan.
“Salah satu keunggulan kami adalah kita berbasiskan teknologi dan kita juga mengintegrasikan ayat-ayat Al quran itu ke dalam pelajaran pelajaran yang ada di pesantren Saintek. Maka bisa dilihat anak-anak kita menemukan bagaimana pelajaran fisika, pelajaran kimia dan pelajaran pelajaran yang lain itu di simulasikan dengan bentuk percobaan teknologi yang sangat sederhana,” katanya.
Andi menegaskan, ada banyak alasan kenapa siswa harus memilih pesantren. Salah satunya, pesantren adalah benteng terakhir untuk menyelamatkan peradaban dengan menjaga pergaulan yang islami. “Kita sangat miris sekali melihat sekolah sekolah di luar sana yang guru berkelahi dengan siswanya. Guru dipukul oleh siswanya bahkan sudah tidak ada jarak, tidak ada penghormatan,” katanya.



Post Comment