Poltekpar NHI Bandung Dukung Penuh Pembangunan Sekolah Rakyat
BANDUNG–Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Sekretaris Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kunjungan tersebut digelar, untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di sebagian lahan Kampus Poltekpar NHI Bandung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Kunjungan diawali di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Jalan Dr. Setiabudi, Kota Bandung, yang disambut langsung oleh Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr. Anwari Masatip, MM.Par., CEE., beserta jajaran pimpinan. Kemudian, digelar diskusi mengenai rencana pembangunan Sekolah Rakyat, kesiapan dukungan Poltekpar NHI Bandung, serta penguatan sinergi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Menurut Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr. Anwari Masatip, MM.Par., CEE., dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen Poltekpar NHI Bandung dalam mendukung program prioritas pemerintah. Khususnya, di bidang pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata menjadi contoh sinergi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Poltekpar NHI Bandung siap mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kontribusi kami terhadap pembangunan nasional. Kami berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Kampus Dayeuhkolot dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan, sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antarkementerian mampu menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami siap berkolaborasi agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Dr Anwari.
Dr Anwari menegaskan, sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pariwisata, Poltekpar NHI Bandung tidak hanya berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial pun, melakukan kunjungan ke Kampus Poltekpar NHI Bandung Dayeuhkolot untuk meninjau secara langsung lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan Sekolah Rakyat. Peninjauan lapangan dilakukan, untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus membahas berbagai aspek teknis sebagai bagian dari percepatan realisasi pembangunan.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui penyediaan pendidikan yang berasrama. Program ini, diharapkan mampu menjadi instrumen dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pariwisata, Poltekpar NHI Bandung menyambut baik kolaborasi lintas kementerian ini sebagai wujud nyata semangat gotong royong dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Dukungan penyediaan sebagian lahan di Kampus Dayeuhkolot mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kunjungan kerja ini, menjadi simbol kuat sinergi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata, dan Poltekpar NHI Bandung dalam mendukung terwujudnya pemerataan akses pendidikan. Serta, pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Poltekpar NHI Bandung berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung berbagai program strategis nasional, khususnya yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” papar Dr Anwari.



Post Comment