×

Wakaf Salman Salurkan Bantuan Rp 284 Juta ke Korban Bencana di Sumatera dan Jabar

BANDUNG–Hujan yang turun tanpa henti sejak akhir tahun 2025 membawa dampak besar bagi sejumlah wilayah di Indonesia. Karena, mengakibatkan bencana banjir di beberapa daerah. Akibatknya, rumah banyak yang terendam dan ribuan warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri. Pada situasi ini, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi hal paling mendesak.

Merespons kondisi ini, Wakaf Salman bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatera dan Jawa Barat. Sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, tim Wakaf Salman bersama para mitra turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan tepat sasaran.

Bantuan disalurkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari dapur umum dan makanan siap saji, layanan kesehatan dan dukungan psikososial, hingga paket kebersihan, sanitasi, serta kebutuhan pokok keluarga. Upaya ini dilakukan untuk membantu warga bertahan di masa darurat sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka di tengah keterbatasan. Total dana banguan yang telah disalarukan mencapai Rp 284 juta ke 24 titik lokasi. Penerimanya, sebanyak 8.841 jiwa, bersama 17 mitra kolaborator.

Di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Jawa Barat, Wakaf Salman hadir di titik-titik pengungsian dan permukiman terdampak. Kehadiran relawan dan mitra lokal menjadi bagian penting dari proses penyaluran, memastikan bantuan tidak hanya sampai, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurut Salah satu warga korban banjir dan longsor di Aceh, Mukhtar, banjir datang saat warga terlelap, membuat mereka harus menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Sejak saat itu, aktivitas ekonomi terhenti dan akses terhadap air bersih menjadi sangat terbatas. Bantuan yang hadir menjadi penguat bagi warga untuk bertahan di tengah masa sulit.

Selain respons darurat, Wakaf Salman juga menyiapkan langkah lanjutan pada fase pascabencana dan pemulihan. Fokus ke depan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan jangka menengah, seperti penyediaan akses air bersih, pembangunan sumur dan sistem filtrasi air, serta pemulihan sarana ibadah dan fasilitas umum agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara layak.

Menurut General Manager Wakaf Salman, Eko Galih Pribadi, kemanusiaan ini merupakan bagian dari amanah wakif dan donatur yang terus dijaga. “Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang ketahanan hidup masyarakat. Karena itu, Wakaf Salman berupaya hadir tidak hanya pada fase
darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan agar warga bisa kembali bangkit dan
melanjutkan kehidupan,” katanya.

Eko menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar dampak bantuan dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan. “Kami percaya, kebaikan yang dilakukan secara bersama akan memberi kekuatan yang lebih besar bagi masyarakat terdampak. Terima kasih kepada seluruh donatur dan mitra yang telah membersamai ikhtiar kemanusiaan ini,” katanya.

Melalui respons kebencanaan ini, Wakaf Salman berharap setiap bantuan yang disalurkan dapat menjadi penguat harapan, sekaligus langkah awal bagi masyarakat terdampak untuk kembali menata kehidupan setelah bencana.

Post Comment