×

Tiket Persib Ribet? Mencoba Beli Tiket Persib Versi Bobotoh Awam

BANDUNG — Rasa penasaran Arin muncul ketika melihat pertandingan Persib selalu sepi. Sebagai orang Bandung, tentu Arin memiliki darah Bobotoh yang menurun dari ayah dan kakeknya.

Sayangnya, Arin tidak pernah sekalipun menonton pertandingan Persib secara langsung. Meski banyak temannya yang seringkali menonton pertandingan baik tandang dan kandang, namun tak sekalipun Arin berniat menonton.

Hingga akhirnya terdengarlah keribetan Persib dalam menjual tiket di musim 2022/2023 ini. Persib mengumumkan bahwa penjualan tiket hanya bisa satu akun untuk satu tiket saja dengan syarat booster.

Selain itu, yang memberatkan Bobotoh adalah tiket harus ditukar menjadi tiket gelang pada hari h pertandingan. Tentu hal ini membuat Bobotoh lebih memilih untuk tidak datang ke stadion.

Melihat berita terbaru, dimana Persib ditonton 8 ribu penonton, dari 26 ribu tiket yang dijual, membuat Arin penasaran. Bermodalkan kakaknya yang pernah menonton, dia pun ingin menonton pertandingan secara langsung satu kali untuk seumur hidup.

Dipilihlah laga Persib kontra RANS Nusantara FC sebagai tujuannya untuk menonton langsung Persib. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad (4/9/2022).

"Karena Persib baru kalah dari PSM, jadi beraniin untuk beli tiket Persib lawan RANS, apalagi RANS pasti sepi," kata Arin.

Arin pun memulai dengan meng-install aplikasi Persib. Arin hanya mengunggah foto KTP dan mengisi formulir data diri.

"Setelah tiket dijual memang sempat crash, jadi baru beli tiket setelah beberapa jam dijual," kata Arin.

Arin pun tak keberatan untuk menukarkan tiket elektronik menjadi tiket gelang. Dia pun menukar tiket tersebut di Yonzipur sesaat sebelum berangkat.

"Asalnya mau pagi tapi mending sekalian berangkat, sambil jajan perbekalan juga," kata Arin.

Perempuan yang bekerja di salah satu instansi pemerintah ini memang mengeluhkan harga parkir dan jarak yang harus ditempuh dari tempat parkir ke tempat penukaran. Namun dia merasa tidak mempermasalahkan itu karena proses penukaran tiket yang tidak berlangsung lama.

Arin pun tiba di stadion pada pukul 13.00 siang, yakni dua setengah jam pertandingan. Dia memilih untuk berangkat siang hari karena khawatir akan tertahan kemacetan ketika pemeriksaan di ring terluar.

"Di rel Cimencrang hanya ditunjukkan saja (tiket) setelah itu baru diperiksa lagi di Gerbang Biru GBLA," kata Arin.

Arin pun tak menyangka bahwa jalur perempuan dan laki-laki akan dipisah….


Arin pun tak menyangka bahwa jalur perempuan dan laki-laki akan dipisah. Menonton bersama temannya yang juga perempuan, membuat dia nyaman bisa masuk ke area stadion.

Salah satu yang menjadi sorotan Arin adalah tidak adanya orang yang tidak bertiket di area stadion. Arin mengakui ini mengurangi rasa khawatirnya karena yakin bahwa orang yang datang benar-benar niat menonton Persib.

Arin memilih untuk membeli tiket VIP Barat Utara dengan pertimbangan dari temannya yang memang sudah terbiasa menonton di tribun itu. Saat memilih bangku pun Arin bersama temannya mencari posisi yang nyaman. Arin mengakui banyaknya besi di stadion membuat pandangannya terbatas.

"Tapi bukan masalah serius sih, ya masa harus dibongkar," kata Arin.

Nyatanya, Arin menjadi satu dari 12 ribu penonton yang hadir sore itu. Debut Luis Milla membuat banyak penonton hadir ke stadion dan menikmati permainan Persib yang menang 2-1 atas RANS.

Di akhir pertandingan pun Arin tak langsung beranjak dari bangkunya. Dia ikut melakukan Viking Clap dengan ribuan Bobotoh lainnya.

"Pengalaman yang menarik sih, sistem ini mungkin buat saya memang ribet karena harus ke tempat lain untuk tukar tiket, tapi melihat kenyamanan yang didapatkan saya tidak kapok buat menonton," kata Arin.