Peringati Hari Kartini, Tempayan Indonesian Bistro Gelar Fashion Show Hadirkan Sosok Perempuan Inspiratif
BANDUNG–Memperingati momentum Hari Kartini, Tempayan Indonesian Bistro menggelar acara spesial yang memadukan kuliner, tradisi, dan apresiasi terhadap perempuan masa kini. Yakni, dengan menggandeng UMKM Batik Kina untuk menghadirkan nuansa budaya yang kental bagi para pengunjungnya. Restoran Tempayan Indonesian Bistro sendiri, dikenal dengan spesialisasi masakan otentik Nusantara ini
“Kita ingin merayakan acara-acara besar di Indonesia agar pelanggan tidak lupa dengan tradisi dan sejarah kita. Salah satunya, Hari Kartini,” ujar Markom Manager Justus Grup, Fariz Pinuji kepada wartawan, akhir peka lau.
Melalui kolaborasi ini, kata Fariz, pihak restoran berharap dapat memberikan wadah bagi pelaku UMKM batik agar bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan motif batik tanah air.
Berbeda dengan peragaan busana pada umumnya, fashion show kali ini tidak melibatkan model profesional. Tempayan justru mengundang tiga sosok perempuan inspiratif yang mewakili kemandirian perempuan di era modern. “Kami menghadirkan tiga sosok perempuan yang menginpriasi,” katanya.
Juliana Seorang terapis muda yang mendobrak stigma dan rasa gengsi di kalangan anak muda dengan bangga membagikan kesehariannya di media sosial. Nina, Sosok driver perempuan yang tetap teguh dan berani menjalankan profesinya meski sempat menghadapi penolakan di lapangan. Serta Dinda, Seorang ibu rumah tangga dan pekerja keras yang membuktikan bahwa perempuan berkeluarga tetap bisa produktif dan mengejar impian.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak harus diam di rumah saja. Mereka memiliki mimpi dan ketangguhan untuk terus melangkah,” katanya.
Selain menghadirkan sosok inspiratif, kata Fariz, pihahknya memilih berkolaborasi dengan Batik Kina karena keselarasan visi dalam membawa wastra Nusantara ke kancah internasional. Batik Kina sendiri memiliki keunikan pada proses produksinya yang tidak hanya menggunakan teknik canting tradisional, tetapi juga teknik lukis (painting) yang memberikan sentuhan seni modern pada setiap helai kainnya.

“Melalui kegiatan ini, Tempayan Indonesian Bistro berharap para pengunjung tidak hanya pulang membawa kesan dari kelezatan hidangan, tetapi juga membawa semangat perjuangan Kartini yang terpancar dari para perempuan hebat tersebut,” paparnya.
Di tempat yang sama, Founder dan Pencipta Motif Batik Kina, Rakha Wahyu mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya Restoran Tempayan untuk memperkenalkan batiknya. Ia, mengangkat motif kina pada batiknya, bukan tanpa alasan. Karena, bagi dirinya pohon kina bukan sekadar komoditas farmasi bagi masyarakat Kabupaten Bandung, melainkan simbol ketangguhan yang mendalam. Serta, memiliki filosofi sebagai pohon yang kokoh dan menaungi berkat tajuknya yang rindang.
“Melalui batik, kami ingin keberadaan kina kini tengah dibangkitkan kembali sebagai identitas daerah yang selaras dengan semangat “Bedas” yang diusung Pemerintah Kabupaten Bandung,” katanya.
Menurutnya, meskipun kejayaan kina sempat meredup dibandingkan berabad-abad silam, tapi jejak budidayanya masih dapat ditemui di kawasan Gambung. Kesadaran untuk melestarikan kembali tanaman legendaris ini mulai muncul secara kolektif sejak tahun 2019. Langkah ini diawali dengan sosialisasi masif kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta melibatkan komunitas kreatif untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.



Post Comment