×

Penuhi Kebutuhan Kue Kering Lebaran, J&C Luncurkan Tiga Varian Baru

BANDUNG–Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, produsen kue kering yang cukup besar di Kota Bandung, J&C terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan kue kering lebaran semua masyarakat. Tahun ini, J&C meluncurkan 3 varian baru. Yaitu, Buton Cookies, Caramel Pistachio dan Almond White Choco Cheese.

“Untuk memproduksi kue lebaran, kami mempekerjakan 500 karyawan musiman yang sudah berpengalaman dan memastikan setiap kue tetap fresh dan higienis,” ujar Business Development J&C Cookies, Farhan Basyir, kepada wartawan, akhir pekan ini.

Farhan menjelaskan, untuk persiapan lebaran pihaknya mulai berproduksi sejak November 2024 lalu. Menjelang lebaran, untuk meningkatkan produksi, pihaknya mempekerjakan 500 orang pegawai harian. Padahal, pada hari biasa karyawannya hanya 20 orang. “Pada H-7 lebaran, produksi kami biasanya selesai,” katanya.

Menurut Farhan, saat ini pihaknya telah menyiapkan sejumlah produk andalan yang diharapkan menjadi favorit konsumen. Karena, produk kue klasik yang sudah dikenal luas seperti nastar, kastengel, dan sagu keju, selalu menjadi primadona.

“Varian baru ini kami siapkan untuk menyemarakan musim Lebaran 2026. Selain itu, produk klasik tetap kami hadirkan karena selalu menjadi pilihan utama para penikmat cookies,” katanya.

Tak hanya berfokus pada rasa, kata dia, J&C Cookies juga memperkuat lini hampers sebagai salah satu motor penjualan. J&C Cookies, menyediakan kemasan siap beli sekaligus layanan kustomisasi.

Konsumen dapat memilih isi hampers sesuai kebutuhan, termasuk opsi kolaborasi dengan brand lain di luar produk kue seperti TAZBIYA , GLEAMBEAM, EUCK ,TERVE CHOCOLATE .

“Sekarang hampers tidak hanya berisi kue. Kami juga menjajaki kolaborasi dengan  brand fashion, skincare, dan produk lain. Harapannya variasi makin banyak dan pilihan konsumen juga makin luas,” kata Farhan.

Terkait pertumbuhan penjuakan, Farhan mengakui capaian pada 2025 tidak setinggi harapan. Kaena, target kenaikan 25 persen hanya tercapai sekitar 10–15 persen. Hal ini terjadi, karena adanya faktor eksternal seperti imbauan efisiensi anggaran di berbagai sektor yang turut memengaruhi daya beli, khususnya dari segmen korporasi.

Namun, Farhan tetap optimisme tahun 2026 peningkatan penjualan akan lebih baik. Yakni, bisa meningkat 35 persen, dengan momentum Lebaran yang kembali menjadi motor utama penjualan serta strategi produk baru dan kolaborasi hampers.

“Produksi kami tahun ini mencapai 600 lusin per hari menjelang puncak musim Lebaran. Persiapan biasanya dimulai sejak November agar distribusi dan ketersediaan produk tetap terjaga,” katanya.

Post Comment