×

Puluhan Siswa Bellarine Secondary College Australia Ikuti Program Sisters School Belajar di DHIS Lembang

BANDUNG–Sebanyak 28 siswa dari Bellarine Secondary College Australia, berkunjung ke SMA Darul Hikam Internasional (DHIS Secondary) Lembang. Mereka, akan mengikuti berbagai kegiatan selama dua hari yatitu Senin dan Selasa (6 dan 7 April 2026) sebagai program Sisters School.

Menurut Guru Bahasa Indonesia Bellarine Secondary College, Jennie Claridge, ia membawa 28 siswa yang akan akan menginap di salah satu hotel di Lembang selama 2 hari. Semua siswa, akan belajar bagaimana proses pembelajaran di Indonesia. Sekaligus, belajar tentang kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

“Kami datang kesini karena keinginan kepala sekolah (Kepsek) yang sudah sejak lama ingin punya sisters school. Kebetulan, saya punya hubungan baik dengan DHIS Secondary Lembang ini,” ujar Jennie disela-sela kegiatan, Senin (6/4/2026)

Jennie menjelaskan, pihaknya sudah berhubungan baik dengan DH sejak 2022. Bahkan, ia pernah berkunjung ke DHIS Secondary untuk melihat kondisi sekolah dan fasilitas sekolah. Hasil kunjungan tersebut, ia laporkan ke Kepsek. “Kepsek akhirnya setuju untuk menjalin kerja sama. Kemudian, pada 2025 kemarin DH mengunjungi kami dan tinggal di rumah penduduk yang ada di Australia selama 4 hari,” katanya.

Menurut Jennie, ada beberapa alasan sekolahnya memilih DHIS untuk bekerja sama di program sisters school. Salah satu alasannya, karena ingin bekerja sama dengan sekolah yang benar-benar kental dengan budaya dan kehidupan Indonesia termasuk dalam menjalankan agamanya yang mayoritas islam. “Makanya, kami memilih DH karena disini siswa bisa belajar tentang budaya Indonesia dan agama islam,” katanya.

Jennie menilai, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh siswa dari program sisters school ini. Karena, siswa tak hanya belajar soal budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, siswa yang ingin melanjutkan belajar soal Indonesia lebih lanjut akan mendapatkan banyak informasi. Ia pun, mengajak siswa kelas 11 dan 12 yang sebentar lagi akan menempuh pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Biasanya kalau siswa mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia apalagi di bawa berkunjung ke sister school seperti ini, mereka akan lebih condong tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia dilevel universitas nanti,” katanya.

Jennie pun mengaku senang, melihat antusiasme siswanya datang ke Indonesia. Bahkan, selain tertarik dengan budayanya, para siswa juga senang dengan berbagai makanan. Jadi, setiap kali mereka lewat ke toko makanan pasti ingin berwisata kuliner dan jajan terus.

“Para siswa, senang menikmati kuliner Bandung jadi saya memberi kesempatan pada siswa untuk mencari makanan asal tempatnya hiegenis. Siswa pun senang bisa berinterakhsi dengan masyarakat di sini karena sangat ramah dan mereka selalu diminta untuk berfoto bareng,” katanya.

Menurut Kepala Bagian Internasional Darul Hikam, Binar Kasih Sejati, pihaknya sudah menjalin sister school dengan Bellarine Secondary College Australia, sejak 2022. Yakni, dimulai dari class room activity. Pada 2025, DHIS sempat membawa 23 siswa untuk belajar di Bellarine. “Akhirnya 2026 ini, mereka yang kesini. Jadi ini sister school yang sudah bertahun-tahun kita jalin. Hari ini, mereka berkesempatan melakukan kunjungan kesini belajar disini,” kata Binar.

Binar menilai, program sisters school ini banyak manfaatnya. Bagi siswa DHIS, manfaatnya bisa belajar Bahasa Inggris dari sumbernya langsung atau native speaker. Selain itu, wawasan semua siswa juga bisa bertambah sekaligus menambah teman.

“Siswa dari Bellarine belajar Bahasa Indonesia disini dan siswa kami belajar Bahasa Inggris. Selain itu, hari ini ada kegiatan meluncurkan roket air dan permainan kaulinan sunda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Iis Rostiasih, M. Si menyambut baik program sisters school yang dibuat oleh DHIS Lembang dan Bellarine Secondary College Australia. Karena, program ini akan memperluas wawasan, pengalaman dan pengetahuan siswa. “Apalagi kalau ada yang akan berkuliah di Australia, program ini pasti akan sangat membantu. Kami mendorong program ini untuk terus dijalankan,” katanya.

Post Comment