×

Didik Nini Thowok Bagikan Cerita Mistis di Balik Mantra dan Ritual dalam Film Perempuan Pembawa Sial yang Bikin merinding

Poster film Perempuan Pembawa Sial karya Fajar Nugros, mengangkat mitos dari tanah Jawa tentang perempuan yang memiliki tanda lahir bernasib malang (ist/Said)
Poster film Perempuan Pembawa Sial karya Fajar Nugros, mengangkat mitos dari tanah Jawa tentang perempuan yang memiliki tanda lahir bernasib malang (ist/Said)

BANDUNG – Sepekan setelah tayang dan sukses bikin merinding para penonton di balik kisah mistisnya, film besutan sutradara Fajar Nugros berjudul Perempuan Pembawa Sial ternyata memiliki kisah tersendiri dibalik mantra dan ritualnya berdasarkan pengalaman nyata Didik Nini Thowok maestro tari Indonesia dari Yogya.

Mumpung sedang ada promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang dapat dibeli di aplikasi MTIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID dan berlaku sampai tanggal 26 September 2025, kisah dari Eyang Didik Nini Thowok ini akan bikin para penonton semakin ketakutan dengan kisah mistis yang ada di film Perempuan Pembawa Sial.

IDN Pictures memilih maestro tari Didik Nini Thowok untuk turut berperan dalam film Perempuan Pembawa Sial arahan Fajar Nugros ini, karena memiliki pengalaman mumpuni dalam bidang kesenian dan kebudayaan yang ditekuninya.

Film Perempuan Pembawa Sial, mengangkat cerita rakyat lokal tentang Bahu Laweyan dengan sentuhan khas Nugros yang bikin penonton merinding sepanjang durasi film.

Bukan sekedar berperan, Eyang Didik juga turut membagikan pengalamannya dalam dunia mistis tradisi-tradisi yang dibawakan dalam film.

Ada beberapa alasan menarik atau beberapa hal menyeramkan yang menjadi alasan untuk menonton film ini berdasarkan pengamatan Eyang Didik.

1. Mantra Kutukan yang Bikin Merinding

Dalam film Perempuan Pembawa Sial, karakter yang diperankan Eyang Didik, Mbah Warso, menyebutkan sebuah mantra yang menjadi kutukan Bahu Laweyan bagi Mirah (Raihaanun). Eyang Didik mengaku bahwa mantra yang diucapkannya saat syuting merupakan mantra asli. “Memang saat itu saya ucapkan mantra Asmaradana yang saya pelajari dari guru saya. Pastinya beberapa kata saya ganti, supaya ga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”

2. Aktris Raihanuun Merasakan Aura Mistis dari Mantra Eyang Didik.

Pemeran utama Raihaanun pun merasakan kemistisan dari mantra tersebut. Sutradara Fajar Nugros membagikan cerita kalau Raihaanun merasa takut ditinggal berdua dengan Eyang Didik ketika mengambil adegan berdua tersebut. Akhirnya para crew ikut meramaikan ruangan untuk menemanin Raihaanun sambil menunduk bersembunyi dari kamera.

3. Topeng Berwajah Dua Khas Eyang Didik

Turut tampil dalam film ini adalah topeng berwajah dua ala Didik Nini Thowok. Topeng yang dipakai terbalik di belakang kepala tersebut sudah dapat membuat penonton merinding dari pandangan pertama. Eyang Didik membagikan makna dari topeng wajah dua tersebut, “kalau berbicara filosofinya, topeng itu menandakan kalau manusia memiliki dua sisi. Di belakang adalah sisi cantik atau indah, dan di depan adalah sisi buruk rupanya.” Topeng yang digunakan Eyang Didik dalam film adalah topeng asli bagian dari koleksinya.

4. Misteri Bahu Laweyan yang Ternyata Bukan Hanya Misteri

“Pas tahu kalau film ini mau membawa cerita Bahu Laweyan, awalnya saya kaget!” Sebut sang maestro tari, Didik Nini Thowok. “Dulu salah satu teman saya ada yang terkena kutukan ini, dan saat itu kami harus membacakan berbagai mantra dan ritual untuk dapat melepaskan kutukannya,” cerita Eyang Didik mengenai pengalamannya.

5. Akhir Kisah Tokoh Utama Perempuan Bernasib Sial

Penonton pasti akan penasaran dengan akhir kisah dari tokoh utama bernama Mirah (Raihaanun) yang mengalami nasib memiliki tanda lahir berupa Bahu Laweyan di bahu kirinya yang harus kehilangan suaminya karena meninggal. Apakah Mbah Warso (Didik Nini Thowok) akan berhasil menghilangkan kutukan tersebut, atau malah gagal dan membawa kematian?

Buang sialmu bersama film Perempuan Pembawa Sial, tayang di berbagai bioskop Indonesia, dan jangan lupa promo Buy One Get One Free (BOGOF) dari aplikasi MTIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID hanya berlaku sampai besok tanggal 26 September 2025. Gasskeun. (Said)