Wakaf Salman Lakukan Penanaman Pertama Kebun Kelengkeng Wakaf Produktif
BANDUNG–Wakaf Salman telah melaksanakan penanaman pohon kelengkeng pertama di tanah wakaf produktif Desa Cinta Mekar, Kab Subang, akhir pekan lalu. Penanaman pohon secara simbolis tersebut, sekaligus menjadi penanda diluncurkannya program wakaf budidaya kelengkeng yang dikelola langsung oleh pihak Wakaf Salman dengan dukungan para wakif atau donatur baik dari perorangan, maupun lembaga atau korporat.
Menurut Direktur Wakaf Salman, Hari Utomo, melalui pengembangan budidaya kelengkeng ini, pihak Wakaf Salman berharap aset wakaf tidak hanya terjaga keberadaannya. Tetapi juga, mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, baik dalam bentuk pendapatan usaha, penciptaan lapangan kerja, maupun kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Hasil keuntungan dari budidaya kelengkeng ini akan kami salurkan untuk program beasiswa dan sarana prasarana pendidikan, khususunya untuk guru penghafal Quran di pelosok,” ujar Hari.
Hari mengatakan, ada beberapa alasan kenapa kelengkeng menjadi pilihan untuk program budidaya ini. Di antaranya, adalah kondisi tanah yang relatif subur, ketersediaan sinar matahari yang cukup, serta akses terhadap sumber daya pendukung lainnya yang mudah.
Tanah seluas kurang lebih 12.476 meter persegi ini merupakan amanah dari Prof. Ir. Mindriany Syafila, M.S., Ph.D, yang mempercayakan kepada Wakaf Salman untuk dikelola menjadi aset wakaf produktif. Selain itu, untuk bibit, pembangunan greenhouse, dan infrastruktur di sekitar kebun, para wakif secara umum turut berkontribusi dalam salah satu program Green Waqf ini.
“Semoga semua pihak yang memproduktifkan tanah wakaf ini mendapatkan tabungan pahala jariyah yang tak berhenti mengalir,” kata Prof Mindry.
Ke depan, selain menjadi kebun kelengkeng, tanah ini juga akan dikembangkan ke bidang argowisata yang lebih luas yaitu mencakup wisata petik kelengkeng, wisata edukasi wakaf, hingga kelas pembelajaran budidaya kelengkeng.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini diisi dengan tausiyah singkat, tilawah Qur’an, doa bersama, dan ramah tamah antar sesama wakif ini ditutup dengan prosesi foto bersama di depan pohon masing-masing sebagai simbol serah terima dari pihak wakif kepada nazhir, Wakaf Salman.



Post Comment