FK Unisba Edukasi Warga Cangkuang Kendalikan Diabetes Melalui Tanaman Herbal
BANDUNG–Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Hibah Internal bertema “Sehat Bersama Diabetes Terkendali: Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Herbal” di Masjid Baiturroyyaan, Perumahan Sanggar Indah, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Ahad (24/5/2026).
Kegiatan tersebut diketuai oleh Dr. R. Anita Indriyanti, dr., M.Kes, bersama tim pengabdi yang terdiri dari Yuktiana Kharisma, dr., Sp.PA, M.Kes, Alvira Widiyanti, dr., M.Biomed, MM, serta didampingi lima mahasiswa tingkat tiga FK Unisba.
Menurut Ketua tim pengabdi, Dr. R. Anita Indriyanti, dr., M.Kes, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis dan pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan sekitar sebagai alternatif pendukung kesehatan. Khususnya, dalam membantu mengontrol penyakit diabetes mellitus.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai solusi alternatif untuk membantu mengontrol berbagai penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, terutama diabetes mellitus yang cukup banyak diderita warga,” ujar Dr Anita.
Dr Anita menjelaskan, pada sesi pertama kegiatan, sekitar 50 warga mengikuti sosialisasi dan edukasi mengenai penyakit diabetes mellitus serta pengenalan berbagai tanaman berkhasiat obat yang mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari, seperti lidah buaya, bunga telang, jeruk limau, kunyit, jahe, dan bawang putih. “Warga juga diberikan pemahaman mengenai cara konsumsi terbaik agar manfaat tanaman herbal dapat diperoleh secara optimal bagi kesehatan,” katanya.
Selain edukasi, kegiatan turut diisi pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai langkah deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.
Menurut Dr. Anita, sesi kedua PKM akan dilaksanakan pada Juni 2026 dengan target sekitar 50 warga melalui pelatihan budidaya tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan di pekarangan rumah masing-masing. “Kami juga akan mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan sekitar menjadi kawasan Tanaman Obat Keluarga atau TOGA agar manfaat program ini dapat diterapkan langsung dan berkelanjutan di masyarakat,” katanya.
Di akhir rangkaian kegiatan, tim pengabdi juga akan membagikan dua buku mengenai diabetes mellitus yang merupakan luaran penelitian sebelumnya sebagai bentuk implementasi penelitian berdampak bagi masyarakat.



Post Comment