Sky Digital Diluncurkan untuk Dorong Transformasi Digital Printing Nasional
BANDUNG–PT Putra Mutiara Jaya resmi meluncurkan brand inovasi terbarunya, Sky Digital. Peluncuran ini, menjadi langkah strategis untuk mendorong transformasi industri digital printing di Indonesia.
Peluncuran sendiri, dikemas melalui rangkaian National Launch dan Open House ini digelar selama tiga hari, 21–23 April 2026. Ini pun, menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi teknologi printing modern.
Menurut Kepala PT Putra Mutiara Jaya Cabang Solo, H Sutiyo, kehadiran Sky Digital bukan sekadar peluncuran produk, tetapi juga bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan.
“Ini yang pertama adalah peluncuran produk Sky Digital. Yang kedua, ini juga bentuk syukuran karena kami telah resmi memegang hak merek Sky Digital,” ujar Sutiyo, usai peluncuran di Bandung, Selasa (21/4/2026).
Acara peluncuran dihadiri sekitar 150 undangan dari berbagai kalangan pelaku industri. Mereka tidak hanya menyaksikan perkenalan produk, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan seperti demonstrasi mesin, talkshow, hingga sesi konsultasi bisnis dan perpajakan.
Sejak 2013, PT Putra Mutiara Jaya dikenal sebagai mitra terpercaya dalam kebutuhan digital printing. Melalui Sky Digital, perusahaan menghadirkan lini mesin lengkap mulai dari sublimasi, DTF, UV, eco-solvent, hingga mesin industrial tekstil. Selain itu, perusahaan juga menyediakan bahan baku, suku cadang, serta layanan purna jual yang diklaim optimal.
Menurut Sutiyo, salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah teknologi digital hybrid, yakni mesin multifungsi yang mampu mencetak pada media roll maupun flat dalam satu perangkat. “Hybrid ini nanti satu mesin bisa untuk cetak roll dan flat sekaligus. Ini akan sangat membantu efisiensi kerja,” katanya.
Sutiyo menegaskan, teknologi terbaru tersebut lebih berfokus pada kemudahan dan kualitas hasil cetak, bukan semata-mata menekan biaya produksi. Teknologi baru seperti UV printing bahkan memungkinkan penggunaan material tanpa coating khusus, sehingga lebih fleksibel dalam proses produksi.
Terkait kondisi industri, Sutiyo mengakui adanya dinamika di berbagai daerah. Di Jawa Tengah, sektor printing untuk kebutuhan otomotif seperti stiker motor masih menunjukkan tren positif. Sementara di wilayah lain seperti Jakarta, beberapa segmen mengalami perlambatan, meski industri sublimasi tetap tumbuh signifikan.
“Setiap daerah punya karakter market berbeda. Tapi secara umum, setelah momen Lebaran biasanya ada penurunan, dan setelah April ini tren akan kembali naik,” paparnya.
Terkait dampak krisis global terhadap kenaikan harga bahan baku, kata Sutiyo, khususnya material berbasis plastik seperti stiker yang mengalami lonjakan hingga 15–20 persen. Kondisi ini membuat pelaku industri lebih berhati-hati dalam melakukan impor dan penentuan harga jual.
Meski menghadapi tantangan, PT Putra Mutiara Jaya tetap optimistis terhadap prospek industri digital printing nasional ke depan. “Kita harus tetap optimistis. Pasar mulai bergerak naik lagi, dan mudah-mudahan terus meningkat sampai akhir tahun,” kata Sutiyo.



Post Comment