×

Kota Cimahi Gelar Musikal Teater Munding Dongkol di Festival Kreasi Pergelaran Seni Jabar 2026

BANDUNG–Komunitas Bandoengmooi Kota Cimahi kerjasama dengan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) dan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pasriwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) gelar pertunjukan Musikal Teater dan Tari “Munding Dongkol”, Kamis (16/4/ 2026), di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung.

Hermana HMT, penulis cerita pertunjukan mengatakan, bahwa Munding dongkol adalah gambaran mahluk gaib yang menyerupai kerbau, masyarakat menyebutnya siluman penguasa sungai dengan tubuh yang gempal, tanduk menjulur ke ke depan, sorot mata yang tajam dan menyeramkan.

Kemunculannya dipercaya sangat membahayakan. Siluman Munding Dongkol juga sering muncul ketika aliran sungai sedang meluap. Kemunculannya menjadi tanda bahwa di kawasan tersebut bakal terjadi banjir besar.

“Siluman Munding Dongkol ini menjadi bagian yang tidak tepisahkan dari budaya masyarakat Kota Cimahi terutama di kampung Babakan Loa RW 07 Kelurahan Pasirkaliki Cimahi Utara. Hal ini memberi inspirasi hingga terlahir sebuah karya seni yang disebut Bangbarongan Munding Dongkol, dan biasanya digelar pada kegiatan kirab budaya atau karnaval budaya sekitar tahun 1970-an sampai dengan pertengahan tahun 1980-an.

Dalam upaya mengangkat cerita rakyat, legenda dan mitos yang berkembang di daerah, pada kesempatan ini Hermana menyusun cerita Munding Dongkol untuk pertunjukan Musikal Teater. Cerita Siluman Munding Dongkol diangkat mejadi latar belakan peristiwa kekinian dalam kehidupan masyarakat modern yang masih terikat tradisi lama dan kepercayaan terhadap mitos.

Cerita digambarkan dalam bentuk perpaduan tari, musik/lagu, dialog dan pencak silat ini dibuka dengan menghadirkan tari ritual air sebagai perlambang rasa syukur atas kesediaan air yang berkecukupan untuk mejalankan roda kehidupan sehari-hari manusia atau mahluk hidup lainnya.

Namun zaman terus berkembang, pikiran manusia berkembang, kehidupan berkembang, industri berkembang, jumlah penduduk semakin banyak dan kebutuhan fasilitas hunian makin bertambah. Budaya masyarakat desa pun bergeser karena terpengaruhi teknologi dari luar dengan masip masuk dalam kehidupannya. Uang benar-benar menjadi alat tukar utama dan menjadi pemuas mejalankan roda kehidupan yang merubah tatanan kehidupan dan menimbulkan kerusakan alam.

Pertunjukan Musikal Teater Munding Dongkol ini melibatkan sekitar 45 orang personil seniman muda gabungan dari komunitas seni Kota Cimahi (Jalingeur, Putri Mandiri, Kidang Kencana) dibawah binaan DKKC. Sedangkan komunitas Bandoengmooi ditunjuk sebagai trigger dalam mengemas pertunjukan dengan arahan Hermana HMT, sutradara Hafidz Permana, koreografer Riska, Nia dan Redja, penata musik Fitra, Adit dan Oki, penata pencak silat Melodia dan Sisca, Multimedia Syifa dan Ihval, serta penata pangung Naval dan Toha.***(Foto: Andi S)

Post Comment