×

Kegelisahan Alessio Ceruti Tentang Laut dalam ‘Fragments From Below’

BANDUNG–ArtSociates Gallery – Café, Bandung, menampilkan karya-karya tidak biasa yang secara halus mengkritisi hubungan manusia dengan alam hari ini yang diber judul ‘Fragments From Below’. Kegelisahan Alessio Ceruti (lahir 1980 di Varese, Italia) dicurahkan pada karya seni yang menggabungkan penciptaan citra dengan eksplorasi material. Karyanya berangkat dari fotografi dan video bawah laut, Alessio mengolah kembali citra-citra melalui intervensi berlapis yang mengaburkan batas antara dokumentasi dan imajinasi dan hasilnya sangat menarik untuk dilihat langsung dan lebih dekat.

Menurut penulis pameran ini, Agung Hujatnikajennong, Alessio Ceruti adalah seorang penyelam dan pecinta laut, Ceruti menimba dari keterlibatannya yang panjang dengan kedalaman untuk menghasilkan rangkaian karya yang bergerak melintasi yang saintifik dan puitik: Akrab, namun diam-diam ganjil. Makhluk-makhluk lautnya mengambang di ambang pengetahuan dan abstraksi, dibentuk sama kuatnya oleh persepsi dan lapis-lapis misteri dari tempat mereka muncul. Fragments from Below menampilkan video, instalasi dan karya-karya dwimatra mutakhirnya yang mempersoalkan persepsi, ekologi, serta relasi yang terus berubah antara manusia dan alam. Pameran ini mengajak kita menelusuri apa yang tampak, dan yang selamanya tersembunyi.

“Untuk pameran ini, kami coba menawarkan satu perspektif bagaimana seni bisa melihat laut ini secara berbeda. Terutama kalau kita bandingkan sains dan mitologi misalnya, seni punya cara yang sendiri membicarakan laut. Sains membicarakan laut sebagai data, sebagai satu kartografi, sebagai sebuah ruang dimana organisme berkembang biak, seolah-olah semuanya terjelaskan oleh sains. Pada kenyataanya tidak, masih banyak ruang yang sangat misterius tentang laut. Pada titik itu seni punya peran,” kata Agung Hujatnikajennong di Gedung Lawangwangi, Jumat (17/4) sore.

Alessio Ceruti

Alessio Ceruti memberikan keterangan sangat menarik perihal proses kreatifnya, bahwa “Fragments from Below, ini adalah penelitian yang masih berjalan, perihal hubungan antara manusia dan alam, tetapi juga ketegangan yang kita miliki dan keinginan untuk mengendalikan alam, untuk juga melestarikan alam dan menampilkannya. Dalam karya seni ini, yang ingin saya tunjukkan adalah ketegangan antara keindahan dan kerapuhan, tetapi juga antara keteraturan dan kekacauan, dan sesuatu yang tampak permanen tetapi kemudian menghilang seiring berjalannya waktu. Cangkang, karang, dan kehidupan laut bagi saya adalah simbol keindahan dan keanggunan, dan juga ketidakstabilan serta kerapuhan,” tutur Alessio Ceruti dalam pidatonya sebelum pameran resmi dibuka oleh Direktur ArtSociates Andonowati.

Yang tidak terduga adalah bahwa pameran tunggal Alessio Ceruti justru jadi penanda penting untuk Andonowati back on track pada rencana awal mengagas sebuah ruang pertemuan proyek seniman dan ilmuan. Seniman Indonesia belum memiliki ruang seni yang terintegrasi dengan sains juga teknologi pada tahun 2009; Art & Science Estate. Namun sangat sulit terwujud karena terkandala banyak faktor.

“Tahun ini, per satu April ini semua karya dan proyek-proyek seni rupa dikembalikan ke dalam tata kelola Yayasan kami -tidak lagi berada di dalam tata kelola PT Buniwangi Lestari. Dengan tata kelola di bawah Yayasan, maka tahapan-tahapan yang terukur untuk bisa menghubungkan seniman dan ilmuan dapat dimulai lagi dari awal. Pameran ini, rupanya, menjadi awal proyek seni yang terhubung dengan sains serta jadi langkah baru untuk masa depan,” ujar Andonowati.

Pameran tunggal Alessio Ceruti yang berjudul “Fragments From Below” akan berlangsung di Gedung Lawangwangi hingga tanggal 29 Mei 2026.***

Post Comment