Home > Info Terkini

Kronologi Bom Bunuh Diri Meledak di Polsek Astana Anyar

Selain pelaku yang tewas, kejadian ini menelan korban satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya luka-luka.
Dok. Humas Pemkot Bandung
Dok. Humas Pemkot Bandung

BANDUNG -- Bom bunuh diri meledak di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung pada pukul 8.15 WIB. Selain pelaku yang tewas, kejadian ini menelan korban satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya luka-luka.

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana memaparkan kronologi bom bunuh diri oleh orang yang tidak dikenal itu. Dia menyebut pelaku datang dan mencoba untuk mendekati polisi yang tengah apel.

Suntana menyebut pelaku ditahan oleh beberapa anggota, kemudian pelaku masuk sambil mengacungkan sebuah pisau, setelah itu tiba-tiba terjadi ledakan.

"Dia membawa dua bom, satu sudah diledakkan, satu lagi belum sempat diledakkan. Kalau dari TKP, serpihannya memang berupa paku payung. Pengembangan bahannya dari mana akan disampaikan tim identifikasi," kata Suntana dari rilis Humas Pemkot Bandung.

Kapolda menyebut polisi sudah melakukan sterilisasi dan memastikan Mako Polsek Astana Anyar dalam keadaan bersih. Suntana pun memastikan tidak ada bahan peledak lagi yang tersisa.

Polisi masih melakukan olah TKP berupa pemeriksaan lokasi dan sidik jari untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri ini.

"Data pelaku bom bunuh diri sedang kami identifikasi dan akan kami crosscheck dengan hasil sidik jari yang akan kami dapatkan sesusah kegiatan ini," ucapnya.

Polisi turut mengamankan barang bukti yakni sebuah motor berwarna biru dengan plat nomor AD. Ada tulisan bernada teror di sebuah kertas yang menempel depan motor tersebut.

"Tulisannya, KUHP merupakan produk hukum kafir. Mari kita berantas penegak hukum. Sedang kami dalami akan kami identikan dengan sidik jari. Plat nomornya AD wilayah Surakarta," kata Suntana.

× Image