×

LUTD PLN UID Jabar tak Sekadar Sambungan Listrik

BANDUNG–Pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Kristian Widya Wicaksono menilai program Light Up the Dream (LUTD) perlu diarahkan lebih dari sekadar menambah sambungan listrik bagi masyarakat prasejahtera. Namun juga, memastikan akses energi meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup keluarga.

“Manfaat listrik tidak berhenti pada penerangan. Listrik meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola waktu, memperoleh informasi, dan menjalankan aktivitas produktif,” ujar Kristian, Rabu (30/9/2026).

Menurut Kristian, listrik merupakan infrastruktur dasar yang memungkinkan masyarakat menjalankan berbagai aktivitas secara lebih optimal. Bagi keluarga prasejahtera, keberadaan listrik dapat memperpanjang waktu belajar anak, mendukung penyimpanan makanan, meningkatkan keamanan rumah, serta membuka akses terhadap teknologi informasi.

Kristian mengatakan, kualitas akses juga perlu diperhatikan. Ketersediaan daya, keterjangkauan biaya, dan kesinambungan pasokan turut menentukan seberapa besar listrik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

Karena itu, kata dia, keberhasilan LUTD tidak cukup diukur dari jumlah sambungan listrik. Evaluasi juga perlu melihat perubahan kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat setelah memperoleh akses energi.

Di sektor ekonomi, listrik dapat digunakan untuk menjalankan mesin produksi, lemari pendingin, komputer, mesin pengemasan, hingga perangkat digital. Petani dan pelaku usaha lainnya juga dapat memanfaatkannya untuk pengolahan maupun penyimpanan hasil produksi. “Semakin baik akses dan kualitas listrik, semakin besar peluang masyarakat untuk mengubah sumber daya yang dimiliki menjadi kegiatan ekonomi bernilai tambah,” katanya.

Namun, Kristian mengingatkan manfaat ekonomi tidak otomatis muncul setelah listrik tersedia. Karena itu, program penyambungan dapat diikuti dengan pendidikan, pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, akses pembiayaan, dan pengembangan pasar.

Dalam konteks PLN UID Jabar, pendekatan tersebut dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi penerima manfaat di berbagai wilayah.

Kristian menilai, pemerintah daerah perlu dilibatkan dalam pemetaan kebutuhan, sementara masyarakat dapat dilibatkan dalam perencanaan dan pemanfaatan program. Menurut Kristian, keberhasilan program sosial perlu dilihat dari dampak yang muncul setelah bantuan diberikan, termasuk peningkatan pendapatan, aktivitas ekonomi, kemampuan belajar, dan pemanfaatan teknologi.

Dengan pendekatan tersebut, LUTD dapat menjadi tahap awal untuk memperkuat kemampuan masyarakat sehingga akses listrik memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Post Comment