×

Listrik Andal akan Topang Ekosistem Investasi Makin Kuat

BANDUNG–Ekosistem investasi, ditentukan oleh banyak faktor. Subject Content Specialist Creativepreneur BINUS Bandung Dr. Nur Azmi Karim, S.E., M.Si. menilai, keandalan pasokan listrik merupakan salah satu fondasi dalam membangun ekosistem investasi yang mendukung keberlangsungan industri dan dunia usaha.

“Kegiatan produksi membutuhkan listrik untuk menjalankan mesin, peralatan, sistem teknologi, hingga berbagai aktivitas pendukung. Kalau tidak ada listrik, berarti industri tidak jalan. Industri-industri yang membutuhkan listrik pasti tidak jalan,” ujar Nur Azmi.

Menurut Nur Azmi, manfaat listrik juga dapat dilihat dari aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitar industri. Ketika kegiatan produksi meningkat, kebutuhan terhadap tenaga kerja, bahan baku, transportasi, logistik, dan berbagai jasa pendukung ikut bergerak.

Karena itu, Nur Azmi mengatakan, infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu bagian dari ekosistem ekonomi yang menopang keberlangsungan usaha.

Namun, kata dia, kebutuhan energi setiap daerah tidak sama. Industri besar membutuhkan kapasitas berbeda dengan UMKM. Sementara, kawasan industri memiliki kebutuhan berbeda dengan sentra perdagangan atau kegiatan ekonomi lainnya.

“Kalau misalnya kebutuhan industrinya cuma skala kecil, pasti juga listrik skala kecil. Tapi tetap dibutuhkan peran PLN untuk mendukung industri UMKM,” katanya.

Di Jawa Barat, kata dia, kebutuhan terhadap pasokan listrik dengan kapasitas besar terlihat antara lain dari dukungan PLN UID Jawa Barat kepada IKPP Karawang. PLN menyuplai listrik sebesar 250 MVA untuk mendukung ekspansi industri perusahaan tersebut.

Menurut Nur Azmi, kesiapan kelistrikan merupakan salah satu unsur yang dipertimbangkan dalam ekosistem investasi bersama faktor lain seperti sumber daya manusia, lahan, permodalan, dan infrastruktur.

Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu diselaraskan dengan arah perkembangan ekonomi daerah. “Harus semua duduk satu meja, berbicara, ini kebutuhannya apa, kita mau apa dengan ini,” kata Nur Azmi.

Pemerintah, kata dia, dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan dan potensi wilayah. PLN memiliki informasi mengenai sistem kelistrikan dan kebutuhan energi, sementara dunia usaha dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan daya serta rencana pengembangan bisnis.

Menurut Nur Azmi, keterhubungan informasi tersebut dapat membantu menghindari pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri. Pendekatan terintegrasi juga menjadi semakin penting karena kebutuhan energi terus berubah mengikuti perkembangan industri. Digitalisasi, otomasi, kendaraan listrik, dan sektor berbasis teknologi menciptakan kebutuhan kelistrikan baru.

“Siapa yang punya kebijakan, siapa yang punya infrastruktur, apa yang mau dibangun, harusnya itu semua berkesinambungan, enggak satu-satu,” katanya.

Dengan perencanaan yang selaras, dukungan kelistrikan dapat mengikuti perkembangan industri dan kegiatan usaha. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja dan pergerakan ekonomi di sekitarnya.

Post Comment