Kredit UMKM di Jabar hingga Januari 2026 Capai Rp 186 Triliun, Kota Bandung Terbesar Penyalurannya
BANDUNG–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Termasuk, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah yang berkelanjutan.
Menurut Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, hingga Januari 2026 Jabar masih menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap penyaluran kredit UMKM secara nasional.
“Total kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp186 triliun atau 12,51 persen dari total nasional. Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit UMKM terbesar kedua setelah Jawa Timur,” ujar Darwisman, dalam kegiatan media update Triwulan I Tahun 2026, di Bandung, belum lama ini.
Darwisman menjelaskan, jumlah rekening kredit UMKM di Jabar per Januari 2026 tercatat sebanyak 3,5 juta rekening. Adapun lima daerah dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Jabar adalah Kota Bandung sebesar Rp25,05 triliun, Kabupaten Bekasi Rp16,80 triliun, Kabupaten Bogor Rp15,45 triliun, Kabupaten Bandung Rp13,54 triliun, dan Kota Bekasi Rp12,41 triliun. Capaian tersebut dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang relatif tinggi, keberadaan pelaku UMKM yang besar, serta aktivitas ekonomi yang lebih dinamis dibandingkan dengan daerah lainnya.
“Tingginya penyaluran kredit UMKM tersebut, menjadikan wilayah-wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus motor penggerak penyaluran kredit UMKM di Jabar,” papar Darwisman.
Selain kredit UMKM, penyaluran KUR di Jabar juga menunjukkan capaian yang positif. Per Januari 2026, sebanyak 48.342 pelaku usaha telah memanfaatkan pembiayaan KUR dengan total penyaluran mencapai Rp3,04 triliun dan outstanding sebesar Rp2,94 triliun (kebalik dan pastikan). Skema KUR Mikro mendominasi dengan porsi 60,28 persen dari total outstanding.
“Penyaluran KUR di Jawa Barat menempati posisi ketiga terbesar secara nasional setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini menunjukkan tingginya pemanfaatan fasilitas pembiayaan produktif oleh pelaku usaha di Jawa Barat untuk mendukung pengembangan usahanya,” papar Darwisman.
Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tingginya jumlah pelaku UMKM, serta iklim usaha yang terus berkembang, Jabar memiliki peluang kuat untuk meningkatkan posisinya. Letak geografis yang strategis—berdekatan dengan Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional. Serta, didukung oleh infrastruktur penting seperti bandara internasional, pelabuhan utama, dan jaringan transportasi darat yang terintegrasi—menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah dengan daya tarik investasi tinggi dan aktivitas ekonomi yang dinamis. Faktor-faktor tersebut memperkuat potensi Jabar untuk memperluas penyaluran KUR di masa mendatang.
Berdasarkan kabupaten/kota, penyaluran KUR berdasarkan outstanding terbesar di Jabar tercatat di Kabupaten Bogor sebesar Rp266,87 miliar, Kabupaten Bekasi Rp235,04 miliar, Kabupaten Bandung Rp220,02 miliar, Kabupaten Garut Rp181,37 miliar, dan Kota Bandung Rp166,67 miliar. Faktor jumlah penduduk, keberadaan pusat perdagangan dan kawasan industri, serta komunitas ekonomi yang aktif memperkuat peran daerah-daerah tersebut sebagai penggerak utama penyaluran KUR di Jabar.
Darwisman menegaskan OJK Provinsi Jabar akan terus mendorong optimalisasi penyaluran kredit UMKM dan KUR, sekaligus memperkuat pengawasan agar kualitas pembiayaan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.



Post Comment