×

Jelang Kelulusan, Siswa SD hingga SMA DH Ikuti Pesantren Penuh Edukasi

Siswa SD dan SMP mengikuti kegiatan Pesantren Kelas Akhir 2025
Siswa SD dan SMP mengikuti kegiatan Pesantren Kelas Akhir 2025

BANDUNG–Sekolah Darul Hikam (DH) kembali menggelar kegiatan Pesantren Kelas Akhir (Pesair) 2025 untuk siswa tingkat SD dan SMP. Program ini, berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Desember 2025 di Pusdikku Kodiklat TNI AD, Jl. Sindang Sirna No. 6, Gegerkalong, Kota Bandung.

Kegiatan ini, menjadi momentum strategis bagi calon alumni untuk memperkuat karakter sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Menurut Kepala Biro Akademik Majelis Pendidikan Darul Hikam, Yudha Syahid Adhiawardana, Pesair dirancang sebagai ruang penguatan fisik, mental, dan spiritual.

“Kegiatan ini akan menguatkan fisik siswa, kedisiplinan, hingga karakter takwa sebelum mereka melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” ujad Yudha, saat ditemui di lokasi kegiatan, akhir pekan ini.

Yudha meyakini rangkaian aktivitas intensif selama Pesair akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan siswa.

“Insya Allah anak-anak kita akan mendapatkan nilai-nilai yang sangat positif dari pesantren kelas akhir ini,” katanya.

Selama kegiatan, kata Yudha, siswa mengikuti pembelajaran karakter melalui berbagai metode, mulai dari sesi motivasi, latihan kedisiplinan, hingga pembiasaan kemandirian. Yudha menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memungkinkan siswa melampaui hambatan internal yang menghambat potensi diri.

“Melalui metode outbound dan berkelompok, anak-anak dapat melepaskan potensi dari batasan-batasan yang pernah mereka miliki dalam pikiran mereka,” katanya.

Ketua Pelaksana Pesair 2025, Muhammad Bayu mengatakan, tahun ini Pesair mengangkat tema “Menguatkan Karakter Takwa Calon Alumni Kebanggaan Darul Hikam untuk Menjadi Generasi Berakhlak Berprestasi.” Tema ini, menjadi penanda bahwa para siswa telah memasuki fase akhir sebelum resmi menjadi alumni.

“Mereka hanya tinggal enam bulan lagi. Karena itu, kegiatan ini menjadi pembekalan sebelum mereka melangkah ke jenjang berikutnya,” kata Bayu.

Pesair 2025 juga melibatkan kolaborasi intensif dengan Pusdikku. Para siswa mendapat pelatihan baris-berbaris, halang rintang, bela diri, dan yel-yel. Setiap siswa wajib memilih salah satu bidang untuk ditekuni, yang kemudian akan ditampilkan dalam demonstrasi pada hari penutupan.

“Seluruh siswa akan dilatih langsung oleh tim Pusdikku dan menunjukkan kemampuan mereka di depan orang tua pada sesi akhir,” katanya.

Selain penguatan fisik, kata dia, Pesair juga menghadirkan materi motivasi dan pembinaan akhlak oleh pemateri internal maupun eksternal. Bayu menegaskan bahwa pembinaan karakter menjadi fondasi penting untuk mengiringi perjalanan siswa setelah lulus.

“Kegiatan ini kami desain agar dapat menjadi pembiasaan bagi siswa ketika mereka kembali ke kehidupan sehari-hari,” katanya.

Bayu berharap Pesair tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas jenjang.

“Tidak sering kita berkumpul seperti ini. Karena itu, beberapa kegiatan sengaja dirancang kolaboratif agar menguatkan silaturahmi antar siswa SD maupun SMP,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan Pusdikku diharapkan dapat memperkaya pemahaman siswa tentang disiplin, ketangguhan, dan tanggung jawab.

“Mudah-mudahan kedisiplinan yang dijalankan di sini bisa mereka terapkan ketika menuju level berikutnya,” kata Bayu.