Pentahelix Synergy Cup 2026 Jadi Ajang Penguatan Kolaborasi Humas dan Media
BANDUNG–Pertemuan antara humas dan wartawan, biasanya lebih sering berlangsung dalam suasana formal. Yakni, ada konferensi pers, wawancara, rilis kegiatan, hingga koordinasi pemberitaan. Namun, membangun hubungan yang baik ternyata tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat.
Sabtu (31/10/2026), suasana berbeda terlihat dalam Pentahelix Synergy Cup 2026. Kali ini, para praktisi hubungan masyarakat (humas) dari berbagai instansi, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, serta insan media bertemu di lapangan padel Smash.iN, Kawasan PT Inti, Jalan Moh. Toha, Kota Bandung.
Dalam kompetisi “Pentahelix Synergy Cup 2026” itu tidak ada mikrofon wawancara. Tidak pula meja konferensi pers dengan deretan narasumber. Yang ada hanya raket, bola, dan semangat berkompetisi.
Kegiatan yang digelar oleh Jurnalis Lifestyle dan Bisnis dan Ikatan Wartawan Ekonomi dan Bisnis (IWEB) ini dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie.
Henryco menilai, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan. Pemerintah, menurut dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai elemen masyarakat.
Henryco pun menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam menghadirkan gagasan, inovasi, serta sumber daya untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“Pembangunan tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan konvergensi dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media untuk menghadirkan gagasan, inovasi, serta sumber daya dan pengawasan yang saling melengkapi,” katanya.
Menurutnya, setiap unsur pentaheliks memiliki peran yang berbeda. Pemerintah bertanggung jawab dalam kebijakan dan pelayanan publik, akademisi menghadirkan kajian ilmiah, dunia usaha mendorong investasi dan inovasi, sedangkan komunitas menggerakkan partisipasi masyarakat.
Adapun media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi, membangun kesadaran publik, sekaligus menjaga ruang demokrasi.
Karena itu, hubungan pemerintah dan media tidak semestinya hanya berlangsung ketika pemerintah membutuhkan publikasi program atau ketika wartawan memerlukan informasi.
“Pemerintah membutuhkan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kebijakan dan program kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap Pentahelix Synergy Cup 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga dan ajang kebersamaan. Pertemuan di lapangan diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intensif, jejaring yang lebih kuat, dan kolaborasi yang lebih konkret.
Sementara itu, Ketua Panitia Siti Fatimah mengatakan, hubungan harmonis antara praktisi humas dan insan media merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat, terbuka, akurat, berimbang, dan konstruktif.
Di tengah perubahan dunia komunikasi yang semakin cepat, hubungan kedua pihak tidak cukup hanya mengandalkan komunikasi formal.
Menurutnya, dibutuhkan ruang interaksi yang lebih cair, personal, dan berkelanjutan. Komunikasi informal yang terbangun melalui pertemuan semacam ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan, mempermudah koordinasi, serta membuka peluang kolaborasi produktif.
“Hubungan antara humas dan media tidak hanya membutuhkan komunikasi formal, tetapi juga ruang interaksi yang lebih cair, personal, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fatimah mengatakan, turnamen padel tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi bagi praktisi humas, media, dan berbagai pemangku kepentingan. Olahraga dipilih karena memiliki daya untuk mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda dalam suasana yang lebih santai.
Tema Satu Lapangan, Seirama Kolaborasi: Memperkuat Sinergi Pentaheliks Melalui Olahraga Padel juga merepresentasikan harapan agar pertemuan tersebut tidak berhenti pada kompetisi.
Ada empat tujuan yang ingin dibangun melalui kegiatan ini, yakni mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi produktif, membangun sinergi pentaheliks, serta mendorong gaya hidup sehat di kalangan profesional.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan membuka ruang pertemuan antara unsur pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas, dan media dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka.
Dalm kompetisi tersebut, perwakilan PT INTI 2 (Yudi dan Pandit) menjadi juara pertama. Juara kedua, perwakilan dari bank bjb (Ikhsan dan Jaka), dan juara ketiga dimenangkan oleh PT INTI 1 yangd iwakili oleh Daffa dan Yusuf.
Kegiatan ini, didukung oleh para sponsorship yakni, PT Inti, Bank BJB, Telkom Indonesia, Telkomsel, PLN UID Jabar, PLN UIP JBT, KAI DAOP 2 Bandung, JNE, Eiger Bandung, Dunkin Bandung, Alexa Water, Jendral Kopi, Sheraton Bandung Hotel & Towers, Hotel Santika Pasirkaliki Bandung, Hotel Santika Pasirkoja Bandung, Susu HiLo, Kimaya Braga Bandung by HARRIS, Kamaku, dan Grand Hotel Preanger Bandung.



Post Comment