×

Penumpang Daop 2 Bandung Tumbuh Hampir 11 Persen, Capai 8 Juta Orang

Penumpang Daop 2 Bandung Tumbuh Hampir 11 Persen, Okupansi KA Sangkuriang Tembus 280 Persen

BANDUNG – Jumlah penumpang kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung meningkat hampir 11 persen dengan total pengguna lebih dari 8 juta orang. Secara nasional, angkutan penumpang kereta api tumbuh 7 persen dengan jumlah hampir 400 juta penumpang.

VP Humas KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api. Salah satu layanan yang mencatat okupansi tinggi adalah KA Sangkuriang, dengan tingkat keterisian rata-rata hampir 250 persen dan mencapai 280 persen pada akhir pekan maupun musim liburan.

“Yang paling luar biasa adalah Sangkuriang. Rata-rata okupansinya hampir 250 persen, tetapi kalau akhir pekan dan liburan bisa mencapai 280 persen,” ujar Anne.

Menurutnya, tingginya okupansi KA Sangkuriang terjadi meskipun layanan tersebut belum genap satu tahun beroperasi. Konektivitas perjalanan dari Bandung menuju Banyuwangi turut mendorong mobilitas penumpang ant stasiun sekaligus memberikan manfaat bagi daerah yang dilalui dan menjadi tujuan perjalanan.

Anne menambahkan, konektivitas kereta cepat Whoosh dengan kereta api lokal dan kereta jarak jauh juga mendukung mobilitas wisatawan mancanegara. Berdasarkan pergerakan naik dan turun penumpang, jumlah perjalanan warga negara asing yang masuk dan meninggalkan Bandung melalui konektivitas antarmoda tersebut telah mendekati satu juta.

Seiring peningkatan mobilitas, KAI terus mengembangkan layanan stasiun. Pada 2026, pengembangan dilakukan antara lain di Stasiun Tasikmalaya dengan empat fokus utama, yakni peningkatan konektivitas, integrasi antarmoda, penataan alur naik dan turun penumpang, serta pemisahan layanan kereta lokal dan jarak jauh.

KAI juga mendorong pengembangan kawasan stasiun berbasis Transit Oriented Development (TOD) untuk mendukung konektivitas transportasi dan aktivitas wisata.

Di bidang keselamatan, KAI melakukan sosialisasi serta evaluasi perlintasan sebidang. Dari 190 titik yang menjadi fokus penanganan, sebanyak 172 titik telah ditutup. Sementara itu, di wilayah Daop 2 Bandung telah tersedia empat gardu baru untuk petugas penjaga perlintasan (PJL), lengkap dengan petugas dan peralatan pendukung.

Survei terhadap lebih dari 50 perlintasan lainnya di wilayah Daop 2 akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Perlintasan yang tidak memenuhi persyaratan akan ditutup, sedangkan perlintasan yang memenuhi ketentuan akan dilengkapi petugas dan peralatan keselamatan.

Terkait harga tiket, Anne menjelaskan KAI menerapkan sistem tarif progresif sehingga harga tiket dapat berubah sesuai sejumlah faktor, antara lain jarak perjalanan, waktu pembelian, tingkat okupansi kereta, serta kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar.

Ia menegaskan, penerapan tarif progresif tetap mengikuti batas tarif bawah dan batas tarif atas yang berlaku. Dengan demikian, kenaikan permintaan tidak serta-merta membuat seluruh harga tiket naik secara bersamaan.

“Dengan tarif progresif ini, kita harus merencanakan perjalanan. Saya pastikan yang merencanakan perjalanan akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif,” kata Anne.

KAI pun mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dan membeli tiket lebih awal untuk memperoleh pilihan harga yang lebih kompetitif sesuai ketersediaan tiket dan ketentuan tarif yang berlaku.

Post Comment