×

Perkuat Industri Pertahanan, DEFEND ID Siapkan Pemimpin Masa Depan yang Adaptif

BOGOR–DEFEND ID, Holding BUMN Industri Pertahanan, memperingati HUT yang ke-4. Momentum ini pun, digunakan untuk menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat kemandirian Industri Pertahanan Nasional. Yakni, melalui penguatan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor, yang diwujudkan melalui Rapat Kerja dan Leadership Development Program yang digelar di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor pada 22-24 April 2026.

Kegiatan ini, bukan sekedar forum konsolidasi internal. Tapi juga, menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan Industri Pertahanan Nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Forum ini dihadiri oleh jajaran Komisaris dan Direksi Industri Pertahanan, serta calon pemimpin masa depan Industri Pertahanan.

Sejumlah pemangku kepentingan kunci turut hadir, di antaranya Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, serta Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Asset Management Indonesia, Dony Oskaria, bersama perwakilan lembaga strategis lainnya.

Menurut Direktur Utama Holding Industri Pertahanan, DEFEND ID, Prof Joga Dharma Setiawan, Ph.D, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kepemimpinan dan arah transformasi DEFEND ID. “Melalui forum ini kami tidak hanya menyelaraskan strategi, tetapi juga menyiapkan kepemimpinan masa depan yang adaptif dan berintegritas sebagai fondasi dalam membangun Industri Pertahanan yang mandiri, unggul, dan berdaya saing global,” ujar Prof Joga.

Prof Joga mengatakan, penguatan riset, inovasi, serta penguasaan teknologi menjadi kunci dalam mendorong kemandirian Industri Pertahanan yang harus di topang oleh kolaborasi erat antara industri, pemerintah, dan TNI.

Di tempat yang sama, Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan dukungannya bahwa dalam membangun industri pertahanan tidak bisa dilakukan secara parsial. Namun, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, terintegrasi. Serta, mampu menyatukan seluruh kekuatan nasional, pemerintah, TNI, dan industri dalam satu arah yang jelas. Industri pertahanan adalah bagian strategis dari pembangunan nasional, yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga harus didorong menjadi kontributor nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

“Karena itu, regenerasi kepemimpinan, penguatan manajemen, dan penerapan strategi yang terarah menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan industri ini. Kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu membaca perubahan, mengambil keputusan strategis, dan membawa industri pertahanan Indonesia melangkah lebih maju,” ujar Sjafrie.

DEFEND ID, kata dia, harus menjadi line of departure, titik awal sekaligus posisi terdepan dalam mendorong kemajuan industri pertahanan nasional. “Jika dulu kita melihat industri pertahanan berjalan di bawah, hari ini kita melihatnya mulai berdiri di atas. Ini adalah sinyal kemajuan dan meningkatnya kepercayaan, yang harus dijaga dan diperkuat. Momentum ini tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi harus diterjemahkan dalam langkah konkret melalui penguatan sinergi, pemusatan kekuatan nasional, dan orientasi ke depan, agar Indonesia benar-benar memiliki industri pertahanan yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing global,” paparnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan merupakan prasyarat utama dalam menjaga kedaulatan nasional. Menurutnya, modernisasi alutsista, penguatan organisasi yang efisien, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan. “Kekuatan pertahanan tidak hanya soal alat utama sistem senjata, tetapi juga tentang kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.

Sementara menurut Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Asset Management Indonesia, Dony Oskaria, langkah strategis DEFEND ID harus selaras dengan arah kebijakan pemerintah. Khususnya, dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. “Sebagai BUMN, DEFEND ID memiliki peran ganda tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen negara dalam memperkuat kemandirian industri strategis,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini diisi dengan paparan arah kebijakan industri pertahanan, diskusi strategis lintas pimpinan. Serta, berbagi praktik terbaik dari para Direktur Utama di lingkungan DEFEND ID. Sejumlah narasumber dari berbagai lembaga turut memberikan perspektif terkait transformasi industri, tata kelola, pengembangan SDM, hingga tantangan geopolitik global.

Selain merumuskan rencana kerja yang lebih terintegrasi dan implementatif, program ini juga difokuskan pada penguatan karakter kepemimpinan, peningkatan kapasitas pengambilan keputusan strategis. Serta, pembangunan kolaborasi yang solid di dalam ekosistem DEFEND ID. Melalui momentum HUT ke-4 ini, DEFEND ID menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi tulang punggung industri pertahanan nasional tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi berbasis teknologi strategis.

Post Comment