Pengusaha Otomotif dan Properti Wawan Gunawan Luncurkan Buku Perjalanan Karirnya Merintis Usaha di Ulang Tahun ke-70

BANDUNG–Wawan Gunawan yang lebih terkenal dengan WG Motornya, meluncurkan buku pertamanya bertepatan dengan ulang tahun ke-70 yang jatuh pada tanggal 24 Januari kemarin. Selain itu, bertepatan juga dengan 50 tahun perusahaan miliknya WG Land yang sekarang dipegang anak sulungnya Ronny Gunawan sebagai CEO WG Land.
Acara peringatan ulang tahun Wawan gunawan dan WG Land bertempat di kantor pemasaran Kaliandra Garden Villa, Soreang pada Sabtu, 24 Januari 2026, sebagai catatan perumahan di klaster Kaliandra sebanyak 27 unit dan saat ini sudah sold out terjual hanya dalam waktu setahun.
Dalam sambutannya CEO WG Land Ronny Gunawan yang juga putra kandung dari Wawan Gunawan berjanji meneruskan semua nilai-nilai luhur yang dijunjung papanya dalam menjalankan perusahaan.
“Nilai yang diwariskan papa adalah perseverence dan resiliance, yaitu ketekunan, keuletan, dan ketangguhan. Serta pandai beradaptasi terhadap perubahan jeli terhadap pasar. Menurut papa, gak ada yang tidak bisa. Kita harus kreatif dan mencari polusi dan bisnis kita jadi bisnis yang berdampak (positif),”
Saat ditanyakan tanggapannya mengenai kebijakan Gunernur Jawa Barat KDM yang menghentikan semua izin pembangunan perumahan, Ronny menjawab dengan diplomatis.
“WG Land puji Tuhan sudah menyelesaikan semua perizinan dan surat-surat tanah yang kami miliki pun sudah lengkap dan mengikuti semua peraturan pemerintah,” jawab Ronny yang saat ini juga memiliki bisnis sampingan kuliner dan kafe di daerah Jalan Riau Kota Bandung.
Wawan Gunawan sendiri merupakan pemilik bisnis usaha jual beli motor bekas yang bertempat di Jalan Ciateul (sekarang Jalan Inggit Garnasih), yang kemudian merambah usahanya ke berbagai bidang seperti properti.
Wawan Gunawan asli urang Bandung lahir di Ciparay, Kabupaten Bandung pada 24 Januari 1956 sebagai anak ke-5 dari 7 bersaudara. Sejak umur 4 tahun Wawan dan keluarga pindah ke Kota Bandung tempatnya di daerah Jalan Jamika. Keluarganya besarnya memiliki usaha pabrik kecap yang berkembang pesat.
Selain menceritakan perjalanan karirnya membangun bisnis di Kota Bandung, dalam buku berjudul “Melipatgandakan Arti hidup” yang diluncurkan kemarin memuat juga banyak testimoni dari kolega, keluarga, dan para karyawan yang telah bekerja puluhan tahun bersamanya.
Wawan sudah terbiasa bekerja sejak umur 9 tahun dengan berjualan combro dan mencari jangkrik di daerah Gunung Payung/Punclut untuk dijual kembali. Dunia bisnis atau usaha bukan hal yang aneh bagi dirinya.
“Hidup sejak dini sudah mengajarkan kedisiplinan kepada saya. Tidak ada ruang bagi saya untuk hidup bermanja-manja. APa yang ada harus dijalani, dan apa yang tidak ada harus diterima dengan hati lapang,” kata Wawan dalam bukunya.***(Syahid)
Post Comment