Jambore MGMP PJOK SMP se-Jabar Digelar di Bandung, Perkuat Kompetensi Guru Olahraga
BANDUNG–Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMP se-Jawa Barat (Jabar) menggelar Jambore MGMP PJOK SMP se-Jabar pada 24–25 Januari 2026 lalu. Kegiatan yang digelar di Kota Bandung ini, diikuti oleh perwakilan 24 MGMP PJOK SMP kabupaten/kota se-Jabar.
Menurut Ketua Forum Komunikasi MGMP PJOK SMP Jabar, Beni Helmi, S.Pd, Jambore ini menjadi momentum strategis dalam mempererat silaturahmi antar guru PJOK. Sekaligus, sebagai wadah peningkatan kompetensi profesional dan penguatan kolaborasi antar daerah. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan olahraga, pengembangan keilmuan, serta forum diskusi pendidikan. Serta, menjadi sarana membangun kebersamaan dan semangat kolektif para guru PJOK.
“Jambore MGMP PJOK ini menjadi ruang silaturahmi yang sangat penting bagi kita semua. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berkompetisi secara sehat, tetapi juga berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan menyatukan visi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah,” ujar Beni.
Beni menilai, guru PJOK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan jasmani, olahraga, dan gaya hidup sehat. “Guru PJOK adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat kepada generasi muda. Oleh karena itu, forum seperti ini harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” paparnya.
Secara resmi, kegiatan jambore dibuka oleh Ketua PP IGORNAS Dikdik Setia Munardi SPd, MPd AIFO. Ia, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan jambore yang dinilai sejalan dengan program PP Igornas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya di bidang pendidikan jasmani.
“Tupoksi MGMP adalah meningkatkan kompetensi guru yang profesional, tidak hanya kompetensi PROFESIONAL dan PEDAGOGIK akan tetapi kompetensi KEPRIBADIAN dan KOMUNIKASI yg sering terlupakan, dengan JAMBORE ini mudah mudahan jadi jawaban dari jarang nya kita meng eksplore 2 kompetensi yang terlupakan itu,” paparnya.
Dikdik menilai, guru PJOK harus menjadi pioneer dalam peningkatan kebugaran jasmani di indonesia. “Satu hal lagi saya titip laksanakan TES kebugaran Jasmani siswa secara rutin dan hasil nya di treatmen sehingga kebugaran jasmani siswa di Indonesia semakin meningkat khususnya di Jabar,” katanya.
Dikdik berharap, Jabar bisa menjadi pioneer mendongkrak kebugaran jasmani siswa agar menjadi lebih baik dari sekarang. Hal ini, harus dimulai oleh guru PJOK sendiri yang harus memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik. “Karena, sekarang peran guru dan siswa sudah bergeser bukan urusan pengajar dan yang diajar, bukan urusan pendidik dan yang dididik. Sebab sekarang peran guru dalam proses pembelajaran termasuk guru PJOK adalah sebagai model, pendamping/mitra dan fasilitatir,” paparnya.
Dikdik menjelasakn, rangkaian kegiatan jambore diisi dengan pertandingan olahraga persahabatan. Yakni, meliputi sepak bola, bola basket, bola voli, dan bulutangkis. Pertandingan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Selain pertandingan, kata dia, peserta juga mengikuti coaching clinic pickle ball, sebagai bentuk pengenalan dan pengembangan cabang olahraga baru yang dinilai memiliki potensi untuk diimplementasikan dalam pembelajaran PJOK di sekolah.
Kegiatan jambore juga, kata dia, dilengkapi dengan sarasehan pendidikan yang menghadirkan narasumber dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK). Dalam sesi ini dibahas berbagai topik strategis, antara lain peningkatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran PJOK, serta penguatan profesionalisme guru dalam menghadapi dinamika kurikulum dan kebutuhan peserta didik.
Perlu diketahui, kegiatan pembukaan jambore turut dihadiri oleh BBPMP Provinsi Jabar, BBGTK Provinsi Jabar, Ketua IGORNAS Provinsi Jabar, Ketua IGORNAS Kota Bandung, serta Ketua PGRI Provinsi Jabar. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan peran guru PJOK dan organisasi profesi dalam memajukan pendidikan olahraga di Jabar.



Post Comment